Senin, 21 Maret 2016

TRADISI SAPTONAN DAN PANAHAN



Saptonan merupakan agenda tahunan yang diadakan setiap momen peringatan Hari Jadi Kuningan. Bahkan, dulu acara ini diadakan di lapang yang lokasinya dekat kantor bupati dan gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Saperti pernah beberapa kali diadakan di lapang Randu Kelurahan Cijoho, lapang Kertawangunan Kecamatan Sindangagung dan lapang sekitar kawasan wisata Linggajati Kecamatan Cilimus. Lapang Desa Cinagara Kecamatan Maleber dan beberapa tempat lainnya.
Sebelum pergelaran saptonan dimulai, diawali dengan prosesi atau upacara yang menggambarkan keadaan masa kerajaan. Sejumlah peserta pun sudah mempersiapkan untuk kebolehan untuk mengikuti adu ketangkasan menunggang kuda, dengan mengenakan kostum mirip pada jaman kerajaan. Misalnya patih, adipati dan tumnggung memakai bendo, baju taqwa dan kain lancar. Sementara, demang mengenakan pakaian yang lebih sederhana seperti kain odot, celana pangsi, sandal karet (sendal bandol) yang talinya sampai lutut. Begitu pula para menak, pamager sari mengenakan pakaian yang sama seperti dipakai adipati dan tumenggung. Ada pula mengenakan pakaian kebaya.

TAPE KETAN KUNINGAN



Tape ketan merupakan salah satu makanan khas kuningan. Hampir semua toko di Kota Kuningan menjajaKan tape ketan ini. Sebagian besar tape ketan yang dijual berasal dari Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum. Desa ini terletak sekitaR 30 kilometer dari pusat Kota Kuningan.  Sebagian warga desanya sudah membuat tape ketan sejak 1970-an silam. Meski sudah sangat lama, permintaan tape ketan masih banyak. Itu membuktikan tape ketan khas Kuningan masih menjadi makanan favorit masyarakat.
Tape ketan khas kuningan memang dikemas dengan cara yang unik. Walau sebenarnya tidak jauh berbeda, keunikan itu ada karena tape dikemas dalam ember. Sebelum ditaruh di dalam ember tape harus dibungkus dulu. Nah kalau tape ketan di Jawa Tengah dibungkus menggunakan daun pisang, tape ketan khas kuningan Jawa Barat ini dibungkus dengan daun jambu.

HUCAP KUNINGAN



Beraneka ragam budaya nusantara menjadikan setiap daerah di Indonesia memiliki beranekaragam menu sarapan. Menu sarapan tersebut menjadi makanan khas yang turut memperkaya khazanah kuliner nusantara. Seperti di Kuningan misalnya, masyarakat mengenal Hucap sebagai salah satu menu yang kerap disajikan saat sarapan. 
Hucap yang merupakan akronim dari tahu kecap merupakan panganan yang mengombinasikan tahu putih dengan ketupat sebagai bahan dasarnya. Tahu yang digunakan juga merupakan produksi lokal Kuningan, yang diyakini lebih padat dan gurih.
Selain tahu dan ketupat, hal lain yang juga mempengaruhi kenikmatan rasa Hucap adalah siraman saus kacang. Setelah ditambahkan kecap dan taburan bawang goreng, Hucap sudah siap disajikan sebagai menu sarapan.
Mengunjungi Kota Kuningan memang tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner yang satu ini. Salah satu kedai di Kuningan yang menyajikan menu Hucap adalah Kedai Hucap Top Ma iroh yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika. Bagi Anda penikmat kuliner nusantara, jangan segan-segan untuk mampir ke kedai Hucap paling terkenal di seantero Kuningan ini.

Sumber: http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/hucap-menu-sarapan-khas-kuningan

NASI KASRENG



Mengunjungi Kuningan, Jawa Barat, tak lengkap bila hanya menikmati pemandangan dan panorama indah dengan berjalan-jalan. Bersama keluarga, sobat traveler tidak hanya bisa menikmati pemandangan tetapi juga berburu wisata kuliner yang nikmat dan menggugah selera di Kabupaten Kuningan. Selain wisata alam, memang paling pas bila sekalian menikmati sajian kuliner khas dengan berwisata kuliner.
Nasi kasreng mungkin masih terdengar asing di telinga pecinta kuliner, namun bagi masyarakat Kuningan khususnya daerah Luragung, sajian kuliner nasi yang dibungkus seperti nasi kucing ditambah lauk pauk pelengkap ini merupakan hidangan favorit kuliner murah meriah namun nikmat di lidah.
Nasi kasreng dibungkus dengan menggunakan bermacam macam lauk pauk. Diantaranya, goreng ikan paray, pepes paray, sambel, lalap toge, gorengan, rebon, dan lainnya. Jajanan ini bisa menjadi pengganjal perut saat lapar dengan harga yang terjangkau.

WADUK DARMA



Waduk Darma. Para Penelusur tau ga salah satu wisata yang cukup terkenal di jawa barat? khususnya di Kuningan. Yang pengen tau silahkan untuk mengunjungi Wisata Waduk Darma yang terkenal dengan keindahannya dan ceritanya. Waduk Darma ini terletak di sebelah barat daya dari kota Kuningan, tepatnya di desa Jagara- Kecamatan Darma dan pada lintasan jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis. GPS -7.00799, 108.41316.
Para Penelusur tau ga luas Waduk Darma ini? usut punya usut ternyata waduk ini menempati areal seluas ± 425 ha, dikelilingi oleh bukit dan lembah serta pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Kapasitas genangan air maksimal ± 39.000.000 m3. Jarak obyek wisata ini adalah ± 12 km dari kota Kuningan dan dari ± 37 km dari kota Cirebon.
Para Penelusur tau ga cerita unik dari Waduk Darma ini? ternyata nih  Menurut kepercayaan masyarakat sekitar yang kami kutip dari kiaradarmaga.blogspot.com, dahulu saat para wali masih hidup, Waduk Darma merupakan bendungan atau situ yang cukup besar yang di buat oleh mbah Satori (mbah dalem Cageur). Adapun air yang di pakai untuk mengairinya berasal dari mata air Cihanyir yang berada tepat di tengah Waduk Darma dan dari hulu sungai Cisanggarung.