Rabu, 14 Oktober 2015

TUGAS SOFTSKILL 1: PENGANTAR TELEMATIKA

PENULISAN 1: Perkembangan Telematika Dalam Teknologi Informasi, Serta Pemanfaatannya, dan Trend Kedepan Perkembangan Telematika

Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis telematique, yang atinya adalah sebuah gabungan sistem jaringan komunakisa dan teknologi informasi ( Telecomunication and Informatics ) sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication . Istilah telematika juga dikenal sebagai ( The New Hybrid Technology ) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Istilah telematikan juga merujuk pada hakekat cyberspace, yaitu sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah
Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}.
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana multimedia. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), Telematika, Multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Minggu, 05 April 2015

Tugas 1 Softskill Bahasa Indonesia 2

            Saya mempunyai rencana untuk membuat usaha sendiri, yaitu membuka sebuah clothing dan sneaker store. Store tersebut akan berfokus pada beberapa brand streetwear dan juga beberapa brand sneaker yang berasal dari luar negeri seperti Supreme, Stussy, Undefetead, Benny Gold, Black Scale, HUF, Adidas, Nike, New Balance dll. Selain menjual baju, celana, sepatu dan aksesoris store tersebut juga menyediakan mini bar dan area music jam sehingga store tersebut dapat digunakan juga unutuk tempat hangout.
            Tujuan saya membuka store ini adalah untuk mempermudah para pencinta brand streetwear dan sneaker seperti dalam mendapatkan barang yang mereka inginkan karena pada saat ini masih sangat jarang store di Indonesia yang menyediakan brand-brand tersebut. Selain itu tujuan saya membuka store ini adalah untuk memenuhi kepuasan pribadi saya karena saya pun penyuka streetwear dan sneaker.
Design store:

Beberapa clothing brand yang tersedia di store saya:

1.      Supreme



2.      Undefeated


3.      Stussy


Beberapa brand sneaker yang tersedia di store saya:
1.      Adidas


2.      Nike


3.      New Balance




Saya yakin bahwa store ini akan bertahan hingga 10 tahun kedepan karena kebutuhan dan perkembangan fashion tidak akan pernah berhenti dan akan terus berkembang. Tentu diikuti dengan pengembangan store itu sendiri sehingga tetap update dan tidak ketinggalan.

Senin, 12 Januari 2015

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2



1.   Macam-macam Teknik Pengumpulan Data
a.    Angket (Kuesionare)
      Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan permasalahan penelitian. Menurut Masri Singarimbum, pada penelitian survai, penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan diangkakan (kuantifikasi), disusun tabel-tabel dan dianalisa secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.
      Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah  (a) untuk memperoleh informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian, dan (b) untuk memperoleh informasi dengan reliabel dan validitas yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kuesioner, pertanyaan-pertanyaan yang disusun harus sesuai dengan hipotesa dan tujuan penelitian. 

Menurut Suharsimi Arikunto, sebelum kuesioner disusun memperhatikan prosedur sebagai berikut:
1)    Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.
2)    Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
3)    Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
4)    Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus unit analisisnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kuesioner, antara lain:
1)    Pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam kuesioner juga harus sesuai dengan variebel-veriabel penelitian, yang biasanya sudah didefinisikan dalam definisi operasional, yang mengandung

Selasa, 28 Oktober 2014

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 1


Nama: Taufiq Mardiansyah
Kelas: 3KA27
NPM: 17112315



Soal:
1.        Jelaskan peranan sikap keterbukaan dalam ragam bahasa lisan!
2.        Pada ragam lisan, pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengaran. Jelaskan dan beri contoh!
3.        Cari wacana yang membedakan pemanfaatan bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah dan non ilmiah!

Jawaban:
1.      Ragam bahasa lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.

Adapun kelebihan ragam bahasa lisan diantaranya sebagai berikut :
v  Dapat disesuaikan dengan situasi.
v  Faktor  efisiensi.
v  Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsur lain berupa tekan dan gerak anggota badan agar pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara.
v  Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
v  Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur.
v  Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.
Adanya keterbukaan dalam bahasa lisan dapat menimbulkan bahasa yang komunikatif antara komunikan dan komunikator yaitu dengan cara  menempatkan tekanan, nada, dan durasi yang sesuai dengan pilihan kata yang tepat untuk mencapai tujuan dimana pendengar mudah mengerti dan memahami isi pembicaraan.
2.      Berhubungan dengan “Ketepatan Ucapan” dimana seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat. Pengucapan bunyi yang kurang tepat atau cacat akan menimbulkan kebosanan, kurang menyenangkan, atau kurang menarik. Pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang dianggap cacat bisa mengalihkan perhatian pendengar. Sehingga tidak terjadi bahasa yang komunikatif dan efektif.

Minggu, 11 Mei 2014

Tugas Softskill 3 - TOU 2

STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI

Pengorganisasian adalah proses penciptaan struktur organisasi

Pengertian organisasi
Suatu lembaga atau kelompok fungsional : organisasi perusahaaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perkumpulan orang
Berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.